Logo Kementan BPPSDMP

News

Kenalkan Pertanian Modern kepada Generasi Muda, Saka Taruna Bumi Hadir di Jambore Nasional (Jamnas) XII

Kenalkan Pertanian Modern kepada Generasi Muda, Saka Taruna Bumi Hadir di Jambore Nasional (Jamnas) XII

JAKARTA — Pertanian Indonesia terus bergerak menuju sektor yang semakin modern, berbasis teknologi, dan terbuka bagi generasi muda. Pesan itu hadir dalam partisipasi Saka Taruna Bumi Polbangtan Bogor pada Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 melalui stand pameran dan wisata edukasi pertanian di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, 15–20 Agustus 2026.

Di tengah pertemuan anggota Pramuka dari berbagai daerah, stand Saka Taruna Bumi menghadirkan cara yang lebih dekat dan interaktif untuk mengenalkan dunia pertanian. Anggota Pramuka golongan Siaga, Penggalang, hingga Penegak dapat melihat berbagai produk pertanian, alat, serta teknologi dan inovasi yang dikembangkan mahasiswa Polbangtan Bogor.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menampilkan hasil karya. Peserta juga diajak memahami bahwa pertanian kini berkembang melalui penerapan teknologi, mekanisasi, inovasi, serta pengembangan produk bernilai tambah.

Pendekatan ini relevan dengan agenda regenerasi petani yang terus didorong Kementerian Pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan masa depan pertanian Indonesia. Ia mendorong perubahan cara pandang terhadap pertanian agar sektor tersebut dipahami sebagai bidang yang modern dan menjanjikan.

“Anak muda kini bukan lagi sekadar penonton dalam pembangunan pertanian nasional. Di tangan generasi muda, pertanian diyakini bisa bertransformasi menjadi sektor yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing,” ujar Amran dalam pernyataan yang dipublikasikan Kementerian Pertanian.

Pesan mengenai regenerasi tersebut juga sejalan dengan perhatian BPPSDMP terhadap penguatan kapasitas generasi muda pertanian. Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya membentuk generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan pertanian sekaligus menjadi penggerak di daerah.

“Kami ingin menciptakan generasi muda pertanian yang adaptif, profesional, dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah masing-masing,” ujar Idha.

Bagi pendidikan vokasi pertanian, pengenalan teknologi tidak berhenti pada teori. Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman langsung agar kompetensi yang diperoleh dapat diterapkan di lapangan.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Muhammad Amin sebelumnya menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam praktik teknologi merupakan bagian dari pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga perlu mengaplikasikan teknologi modern di lapangan.

Dalam penguatan pembelajaran semester ganjil 2026/2027, Muhammad Amin juga menekankan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda pertanian yang inovatif dan adaptif. Proses pembelajaran perlu terus disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, serta dinamika pembangunan pertanian.

Semangat pembelajaran berbasis praktik itulah yang dibawa mahasiswa Polbangtan Bogor ke arena Jamnas XII. Berbagai karya yang ditampilkan menjadi media bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan sekaligus memperkenalkan penerapan teknologi pertanian kepada generasi muda.

Direktur Polbangtan Bogor Yoyon Haryanto mengatakan pameran dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan hasil pembelajaran dan inovasi yang dikembangkan mahasiswa.

“Kami mendorong mahasiswa untuk tidak hanya belajar teori, tetapi juga menciptakan solusi nyata,” ujar Yoyon. Ia menambahkan, pembelajaran berbasis praktik memberi pengalaman kepada mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memahami bagaimana teknologi dapat diterapkan untuk menjawab persoalan di lapangan.

Keterlibatan Saka Taruna Bumi di Jamnas XII pada akhirnya membawa pesan yang lebih luas dari sebuah pameran. Di hadapan generasi muda, pertanian diperkenalkan sebagai sektor yang terus berubah dan membutuhkan sumber daya manusia yang mampu memadukan pengetahuan, teknologi, kreativitas, serta inovasi.

Dari ruang edukasi di tengah perkemahan, pertanian hadir dengan wajah yang lebih dekat dengan generasi muda: bukan hanya tentang budidaya, tetapi juga tentang teknologi, solusi, peluang usaha, dan ruang untuk berkarya.

Attachment

No attachments available.

Comments

Copyright © 2026 Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor .