Teknologi Polbangtan Kementan Curi Perhatian di Wisuda Nasional
RILIS BPPSDMP – 18 Agustus 2026 (HUMAS/897)
Jakarta – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor turut ambil bagian dalam pameran rangkaian Wisuda Nasional Polbangtan dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) yang digelar di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Pameran tersebut menjadi ajang bagi Polbangtan Bogor untuk menampilkan berbagai teknologi, peralatan pembelajaran, dan inovasi hasil pengembangan pendidikan vokasi pertanian.
Keikutsertaan Polbangtan Bogor menjadi kesempatan untuk memperlihatkan secara langsung sarana pembelajaran dan inovasi yang digunakan mahasiswa. Beragam perangkat yang ditampilkan mencerminkan pendidikan vokasi yang mengedepankan praktik, keterampilan, teknologi, serta selaras dengan kebutuhan sektor pertanian.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan pertanian nasional.
“Pertanian membutuhkan SDM yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menerapkan inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing,” ujar Amran.
Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan peningkatan kompetensi SDM menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan pertanian dan pencapaian swasembada pangan.
“Keberhasilan swasembada pangan membutuhkan SDM yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujar Idha.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menegaskan pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan pertanian.
“Pendidikan vokasi diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang inovatif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian,” ujar Amin.
Dalam pameran tersebut, Polbangtan Bogor menampilkan sejumlah peralatan dari Program Studi Kesehatan Hewan. Pengunjung dapat melihat berbagai perangkat yang digunakan mahasiswa dalam pembelajaran dan praktik, di antaranya foto X-Ray, mikroskop, USG, mastitis detector, estrus detector, Gun IB, VB sapi dan kuda, colony counter, stetoskop, serta alat bedah minor.
Selain teknologi kesehatan hewan, Polbangtan Bogor turut memamerkan inovasi hilirisasi pertanian berupa alat pirolisis arang sekam padi dan mesin pencetak briket.
Kedua inovasi tersebut menunjukkan pemanfaatan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah. Sekam padi dapat diolah melalui teknologi pirolisis menjadi arang sekam yang kemudian dimanfaatkan sebagai bahan baku briket.
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, mengatakan pameran menjadi momentum untuk memperkenalkan hasil pembelajaran dan inovasi yang dikembangkan di lingkungan kampus.
“Kami mendorong mahasiswa untuk tidak hanya belajar teori, tetapi juga menciptakan solusi nyata,” ujar Yoyon.
Menurut Yoyon, peralatan dan inovasi yang ditampilkan merupakan bagian dari upaya membangun pembelajaran yang aplikatif dan mengikuti perkembangan teknologi pertanian.
“Melalui pembelajaran berbasis praktik, mahasiswa mendapatkan pengalaman untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memahami bagaimana teknologi dapat diterapkan untuk menjawab persoalan di lapangan,” tambahnya.
Melalui teknologi kesehatan hewan serta inovasi pirolisis arang sekam dan pencetakan briket yang ditampilkan, Polbangtan Bogor menegaskan komitmennya mengembangkan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian.
Attachment
No attachments available.
Comments