Polbangtan Bogor Optimalkan Drone Seeder dalam GERTAM PM-AAS di Muaro Jambi
MUARO JAMBI — Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor menerapkan teknologi drone seeder untuk menebarkan benih padi secara langsung dalam kegiatan Gerakan Tanam Serentak (GERTAM) Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Muaro Jambi, Jambi, pada 8 Oktober 2026. Penerapan teknologi ini menjadi bagian dari upaya mendorong modernisasi budidaya padi melalui integrasi mekanisasi dan teknologi pertanian.
Pemanfaatan drone seeder mencerminkan perubahan dalam proses budidaya padi, dari metode yang bergantung pada cara konvensional menuju sistem produksi yang lebih terukur, presisi, dan efisien. Modernisasi tidak hanya berorientasi pada percepatan pekerjaan, tetapi juga pada peningkatan produktivitas dan optimalisasi proses budidaya.
PM-AAS dirancang sebagai pendekatan terpadu yang menggabungkan teknik budidaya dengan mekanisasi dan teknologi pada berbagai tahapan produksi padi. Traktor dan rotary membantu pengolahan tanah, drone dapat digunakan untuk pemupukan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), sedangkan combine harvester mendukung mekanisasi proses panen.
Melalui penerapan sistem tersebut, peningkatan produktivitas menjadi salah satu sasaran yang ingin dicapai. Produktivitas yang sebelumnya berada pada kisaran 5–6 ton per hektare ditargetkan meningkat menjadi sekitar 10–13 ton per hektare.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya modernisasi pertanian dan penggunaan teknologi untuk meningkatkan produktivitas serta efisiensi.
“Produksinya bisa naik dua kali lipat. PM‑AAS itu kombinasi antara metode Amerika, metode Indonesia, dan metode Tiongkok. Itu kami teliti langsung. Produksinya bisa mencapai 12 ton atau setidaknya 10 ton per hektar,” ujarnya.
Selain dukungan teknologi, kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penting dalam penerapan pertanian modern. Penggunaan alat dan mesin pertanian perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi agar teknologi dapat dioperasikan secara tepat dan memberikan manfaat sesuai kondisi di lapangan.
Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menjelaskan pentingnya menyiapkan SDM pertanian yang mampu mengoperasikan teknologi tersebut.
“Yang kita bangun bukan hanya percepatan tanam, tetapi juga budaya inovasi. Penyuluh menjadi ujung tombak transformasi pertanian dengan menghadirkan solusi yang adaptif sesuai kondisi wilayah,” ujarnya.
Dalam proses transformasi tersebut, pendidikan vokasi pertanian turut berperan dalam menyiapkan tenaga pertanian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Keterlibatan Polbangtan Bogor dalam kegiatan GERTAM PM-AAS menjadi bagian dari peran pendidikan vokasi dalam menghubungkan pembelajaran dengan penerapan teknologi di lapangan.
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, menegaskan pentingnya modernisasi pertanian dalam mendukung pencapaian swasembada pangan dan pembangunan pertanian berkelanjutan.
“Inilah yang akan mempercepat terwujudnya swasembada pangan sekaligus mendorong pertanian Indonesia menjadi lebih modern, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Yoyon.
Penerapan drone seeder di Muaro Jambi menunjukkan salah satu bentuk pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses budidaya padi. Di balik percepatan penebaran benih, modernisasi pertanian juga menuntut kesiapan SDM, pengelolaan teknologi yang tepat, dan penyesuaian dengan kondisi lahan.
Keberhasilan penerapan PM-AAS pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh penggunaan mesin dan peralatan modern, tetapi juga oleh kemampuan mengintegrasikan teknologi ke dalam sistem produksi secara berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas, efisiensi usaha tani, dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Attachment
No attachments available.
Comments