Kenalan dengan Pertanian Modern lewat PM-AAS di Polbangtan Bogor
BOGOR – Pertanian sekarang sudah semakin dekat dengan teknologi. Kalau dulu kegiatan bertani banyak dilakukan secara manual, kini berbagai alat dan teknologi bisa membantu pekerjaan di lahan menjadi lebih mudah dan cepat.
Hal inilah yang dipelajari dalam kegiatan PM-AAS (Pertanian Modern–Advanced Agricultural System) di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor.
Bertempat di Lahan Teaching Factory (TEFA) Jurusan Pertanian, kegiatan ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, dan penyuluh pertanian. Mereka tidak hanya belajar lewat materi, tetapi juga langsung turun ke lahan untuk melihat dan mencoba penerapan pertanian modern.
Mulai dari pengelolaan lahan, penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan), teknik budidaya, hingga penggunaan teknologi menjadi bagian dari kegiatan ini.
Belajar Langsung di Lahan
Salah satu hal menarik dari PM-AAS adalah peserta bisa langsung melihat bagaimana teknologi digunakan dalam kegiatan pertanian.
Jadi, bukan hanya mendengar penjelasan di dalam kelas. Setelah mendapatkan materi, peserta bisa langsung melihat prosesnya di lahan.
Beberapa teknologi dan alat juga diperkenalkan dalam kegiatan ini, termasuk drum seeder dan drone.
Penggunaan teknologi seperti ini diharapkan bisa membantu pekerjaan di lahan menjadi lebih efektif. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana teknologi tersebut bisa disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Karena setiap daerah punya kondisi pertanian yang berbeda. Teknologi yang digunakan juga perlu disesuaikan agar benar-benar bisa membantu.
Mahasiswa, Dosen, dan Penyuluh Saling Belajar
PM-AAS juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa, dosen, dan penyuluh untuk belajar bersama.
Mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman langsung dari kegiatan di lapangan. Sementara itu, penyuluh dapat berbagi pengalaman tentang berbagai kondisi yang mereka temui saat mendampingi petani.
Dari sini, proses belajar menjadi lebih lengkap. Tidak hanya soal teori, tetapi juga tentang bagaimana menghadapi kondisi nyata di lapangan.
Bagi mahasiswa Polbangtan Bogor, pengalaman seperti ini menjadi bagian penting dari pembelajaran. Sebab, dunia pertanian tidak hanya dipelajari dari buku atau ruang kelas.
Pertanian Terus Berubah
Perkembangan teknologi membuat dunia pertanian ikut berubah. Karena itu, orang-orang yang bekerja di bidang pertanian juga perlu terus belajar dan mengikuti perkembangan.
Lewat PM-AAS, peserta diajak untuk mengenal lebih dekat cara kerja pertanian modern sekaligus mencoba teknologi yang bisa digunakan untuk mendukung kegiatan di lahan.
Bagi generasi muda, ini menunjukkan bahwa pertanian tidak selalu identik dengan cara-cara lama. Ada mesin, drone, teknologi budidaya, dan berbagai inovasi yang bisa digunakan untuk membuat pekerjaan pertanian lebih mudah.
Dari lahan TEFA Polbangtan Bogor, peserta belajar bahwa menjadi generasi muda pertanian berarti siap belajar hal baru, mencoba teknologi, dan mencari cara yang lebih baik untuk bertani.
Penulis: Fitri Almareta
Attachment
No attachments available.
Comments