News

Bukan Sekadar Sertifikasi! Polbangtan Bogor Perkuat Integritas Lewat Audit ISO 9001, 21001, dan 3700

Bukan Sekadar Sertifikasi! Polbangtan Bogor Perkuat Integritas Lewat Audit ISO 9001, 21001, dan 3700

Polbangtan Bogor jalani audit ISO 9001, 21001, dan 37001 untuk memperkuat mutu pendidikan, tata kelola, serta budaya integritas dan anti suap.

Politeknik Pembangunan  Pertanian (Polbangtan) Bogor terus memperkuat budaya mutu, tata kelola yang baik, dan integritas kelembagaan melalui pelaksanaan External Audit Integrasi ISO 9001:2015, ISO 21001:2018, dan ISO 37001:2025.

Audit ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh sistem manajemen pendidikan vokasi berjalan efektif, akuntabel, serta bebas dari praktik penyuapan.

egiatan diawali dengan Opening Meeting di Aula Polbangtan Bogor pada Rabu (15/7), kemudian dilanjutkan audit selama dua hari di seluruh unit kerja hingga penutupan pada Kamis (16/7).

Audit eksternal dipimpin Lead Auditor Jack Matatula bersama Auditor Ivar Kusradi yang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan tiga standar internasional, yakni ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu, ISO 21001:2018 tentang Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan, serta ISO 37001:2025 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan.

Proses penilaian mencakup berbagai unit strategis, mulai dari jajaran manajemen puncak, Unit Penjaminan Mutu (UPM), Bagian Umum, Satuan Pengawasan Internal (SPI), administrasi akademik, program studi, Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM), laboratorium, hingga fasilitas pembelajaran.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa transformasi sektor  pertanian tidak cukup hanya mengandalkan teknologi maupun peningkatan produksi.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian juga harus didukung oleh institusi pendidikan yang dikelola secara profesional, transparan, dan berintegritas.

"Pembangunan pertanian yang maju membutuhkan institusi pendidikan yang memiliki standar mutu internasional dan tata kelola yang baik. Penerapan sistem manajemen berbasis ISO merupakan wujud komitmen dalam menghadirkan layanan pendidikan yang profesional, akuntabel, serta bebas dari praktik-praktik yang dapat menghambat kemajuan organisasi," kata Amran.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan penerapan standar internasional menjadi fondasi penting dalam membangun budaya mutu di seluruh satuan pendidikan vokasi Kementerian Pertanian.

Menurutnya, konsistensi penerapan sistem manajemen yang mengacu pada standar internasional akan meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memperkuat daya saing lulusan di dunia kerja.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin menegaskan kualitas lulusan sangat bergantung pada kualitas tata kelola institusi. Karena itu, penerapan sistem manajemen yang baik harus terus diperkuat agar mampu menghasilkan sumber daya manusia pertanian yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Pada hari kedua, audit difokuskan di Jurusan  Peternakan sebagai tahapan akhir pelaksanaan audit integrasi.

Tim auditor melakukan evaluasi terhadap Laboratorium Nutrisi serta fasilitas Teaching Factory (TEFA) untuk memastikan seluruh sistem manajemen telah memenuhi persyaratan standar internasional, terdokumentasi dengan baik, berjalan efektif, dan menerapkan prinsip continuous improvement atau perbaikan berkelanjutan.

Direktur Polbangtan Bogor Yoyon Haryanto menegaskan audit integrasi bukan sekadar agenda rutin untuk mempertahankan sertifikasi ISO, melainkan menjadi instrumen evaluasi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan vokasi pertanian.

"Audit ini bukan sekadar upaya mempertahankan sertifikasi, tetapi menjadi sarana untuk mengukur sejauh mana sistem yang kami bangun benar-benar berjalan secara efektif. Setiap masukan dari auditor menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta menumbuhkan budaya integritas di seluruh unit kerja," ujar Yoyon.

Ia menambahkan, penguatan sistem manajemen yang terintegrasi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap menjawab tantangan pembangunan pertanian modern.

Berakhirnya rangkaian External Audit Integrasi ISO 9001:2015, ISO 21001:2018, dan ISO 37001:2025 menjadi tonggak penting bagi Polbangtan Bogor dalam memperkuat implementasi sistem manajemen yang efektif dan berkelanjutan.

Melalui audit eksternal tersebut, Polbangtan Bogor semakin menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan vokasi pertanian yang berkualitas, berdaya saing global, menjunjung tinggi integritas, serta mendukung lahirnya sumber daya manusia pertanian unggul sebagai salah satu pilar menuju swasembada pangan nasional.

Attachment

No attachments available.

Comments