Polbangtan Kementan Cetak 108 SDM Pertanian Bersertifikat, Siap Kuasai Dunia Kerja!
Polbangtan Bogor mencetak 108 SDM pertanian bersertifikat lewat uji kompetensi untuk menyiapkan lulusan siap kerja dan profesional.
Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor atau Polbangtan Bogor kembali menunjukkan keseriusannya mencetak generasi muda pertanian yang siap terjun ke dunia kerja.
Sebanyak 108 mahasiswa mengikuti sertifikasi kompetensi dari tiga program studi berbeda sebagai langkah memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian Indonesia.
Program sertifikasi ini mencakup skema Manajer Produksi Agribisnis untuk Program Studi Agribisnis Hortikultura (AGH), Teknisi Perawatan Alsintan bagi Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian (TMP), serta Paramedik Veteriner untuk Program Studi Kesehatan Hewan (Keswan).
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menyiapkan lulusan vokasi pertanian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengakuan kompetensi profesional yang dibutuhkan industri.
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan SDM menjadi salah satu faktor utama dalam mempercepat pembangunan sektor pertanian nasional.
“Kita membutuhkan SDM pertanian yang unggul, kompeten, dan siap terjun ke lapangan. Sertifikasi kompetensi menjadi instrumen penting untuk memastikan lulusan pendidikan vokasi pertanian memiliki kemampuan yang terstandar sehingga mampu menjawab kebutuhan pembangunan pertanian dan mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Amran.
Menurutnya, tantangan sektor pertanian saat ini semakin kompleks, mulai dari modernisasi alat mesin pertanian, penguatan agribisnis, hingga peningkatan kesehatan hewan. Karena itu, lulusan vokasi harus dibekali kemampuan teknis yang benar-benar siap pakai.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengatakan sertifikasi kompetensi menjadi bentuk nyata transformasi pendidikan vokasi pertanian agar lebih adaptif terhadap kebutuhan industri.
“Mahasiswa harus memiliki kompetensi yang terukur dan diakui. Melalui sertifikasi ini, lulusan tidak hanya memiliki ijazah akademik, tetapi juga bukti kompetensi profesional yang meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja,” kata Idha.
Hal senada disampaikan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin.
Ia menilai pendidikan vokasi berbasis praktik dan kompetensi kini menjadi kebutuhan utama untuk mendukung kemajuan pertanian nasional.
“Kami terus mendorong pendidikan vokasi berbasis praktik dan kompetensi agar lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian. Sertifikasi ini menjadi penguatan penting agar mahasiswa semakin siap memasuki dunia profesional,” ungkapnya.
Di sisi lain, Wakil Direktur III Polbangtan Bogor, Rudi Hartono, menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan bukti keseriusan kampus dalam mencetak lulusan yang profesional dan mudah terserap di dunia kerja.
“Sebanyak 108 asesi yang mengikuti sertifikasi ini diharapkan mampu menunjukkan kompetensi terbaiknya sesuai bidang masing-masing. Kami ingin lulusan Polbangtan Bogor tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki legitimasi kompetensi yang diakui dan siap berkontribusi bagi pembangunan pertanian Indonesia,” ujar Rudi.
Dalam proses sertifikasi tersebut, peserta diuji mulai dari kemampuan teknis, keterampilan praktis, hingga aspek manajerial sesuai standar kompetensi kerja nasional di masing-masing bidang.
Mahasiswa AGH misalnya, diuji terkait kemampuan manajemen produksi agribisnis hortikultura.
Sementara mahasiswa TMP menjalani pengujian kemampuan teknis perawatan alat dan mesin pertanian modern.
Adapun mahasiswa Keswan diuji kompetensinya sebagai paramedik veteriner untuk mendukung kesehatan hewan dan ketahanan pangan nasional.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan pembukaan sertifikasi.
Program ini sekaligus menjadi momentum penting bagi Polbangtan Bogor dalam memperkuat kualitas lulusan vokasi pertanian yang siap menghadapi persaingan kerja di era pertanian modern.
Dengan adanya sertifikasi kompetensi tersebut, Polbangtan Bogor berharap para lulusan mampu menjadi SDM pertanian unggul yang profesional, kompeten, serta mampu mendorong pembangunan pertanian Indonesia menuju sektor yang lebih maju, mandiri, dan modern.
Attachment
No attachments available.
Comments