Polbangtan Kementan Perkuat Transformasi Pertanian Modern Lewat Gerakan Tanam Padi di Batanghari
RILIS BPPSDMP – 16 Maret 2026 (HUMAS/202)
BATANGHARI – Upaya percepatan swasembada pangan nasional terus digelorakan di berbagai daerah. Salah satunya melalui Gerakan Penanaman Padi yang dipimpin langsung Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Jambi, Senin (16/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) sekaligus memperkuat transformasi pertanian modern melalui sinergi petani, penyuluh, Brigade Pangan, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan vokasi pertanian.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa gerakan tanam serentak di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Batanghari, merupakan langkah strategis pemerintah dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.
“Gerakan tanam ini menunjukkan seluruh elemen pertanian bergerak bersama memperkuat produksi pangan nasional. Pemerintah terus mendorong percepatan tanam melalui optimalisasi lahan, pengembangan cetak sawah rakyat, serta pemanfaatan teknologi pertanian modern,” ujar Amran.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, serta lembaga pendidikan vokasi seperti Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) yang aktif mendampingi petani di lapangan.
“Ketika penyuluh, petani, pemerintah daerah, hingga perguruan tinggi vokasi pertanian bersatu, percepatan tanam dan peningkatan produksi dapat dicapai lebih cepat. Inilah kekuatan utama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kokoh,” tegasnya.
Dalam arahannya, Idha Widi Arsanti mengapresiasi semangat petani dan penyuluh di Jambi yang terus menjaga ritme tanam di tengah berbagai tantangan. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari agenda “Roadshow Ramadan”, di mana jajaran Kementerian Pertanian turun langsung ke daerah memastikan gerakan tanam berjalan optimal.
“Semangatnya luar biasa. Petani kita terbiasa menanam setiap hari, jadi saya yakin target bisa tercapai. Saya juga melihat penyuluh dan Brigade Pangan sudah siap di lapangan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Idha juga menekankan empat hal penting untuk memastikan keberlanjutan program, yakni peningkatan produktivitas penyuluh, percepatan operasional Brigade Pangan, kedisiplinan dalam pelaksanaan tugas, serta kesiapan brigade dalam mendukung penanaman serentak.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Muhammad Amin menegaskan keterlibatan Polbangtan Bogor dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pendidikan vokasi pertanian dalam mendukung transformasi pertanian modern.
“Gerakan tanam ini tidak hanya menjadi simbol percepatan tanam, tetapi juga ruang pembelajaran nyata bagi penguatan kapasitas SDM pertanian. Polbangtan harus hadir langsung di lapangan mendampingi petani, penyuluh, dan Brigade Pangan dalam mengadopsi teknologi pertanian modern,” ujar Amin.
Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa, dosen, dan tenaga pendidik Polbangtan dalam pendampingan pengembangan lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) merupakan bagian dari integrasi pendidikan, pelatihan, dan praktik pertanian berbasis kawasan.
“Melalui kegiatan ini, generasi muda pertanian diharapkan menjadi motor penggerak modernisasi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” tambahnya.
Kegiatan ini juga dihadiri Direktur Polbangtan Bogor Yoyon Haryanto yang telah mengawal persiapan lahan sejak sepekan terakhir. Turut hadir Kepala Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Jambi, Asisten II Bupati Batanghari, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Batanghari, serta perwakilan Kodim 0415/Batanghari dan Dinas TPHP Provinsi Jambi.
Penanaman padi dilakukan secara simbolis di hamparan Lorong Manggis, Kelurahan Pasar Baru. Lokasi ini mencakup lahan seluas 19 hektare yang merupakan bagian dari pengembangan kawasan sawah baru seluas 114 hektare. Kegiatan ini juga melibatkan Brigade Pangan Sugih Mukti Milenial sebagai motor penggerak transformasi pertanian modern di Batanghari.
Pemerintah Kabupaten Batanghari juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program Kementerian Pertanian, khususnya dalam penguatan mekanisasi pertanian melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Kegiatan ditutup dengan penanaman padi menggunakan mesin transplanter dan sistem tanam tabela (tanam benih langsung), sebagai simbol kolaborasi teknologi modern dan praktik budidaya petani dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Attachment
No attachments available.
Comments