News

Keren! Inovasi Solar Tracker Karya Anak Bangsa Ini Bikin PLTS Lebih Efisien

Keren! Inovasi Solar Tracker Karya Anak Bangsa Ini Bikin PLTS Lebih Efisien

RILIS BPPSDMP – 31 Maret 2026 (HUMAS/223)

Bogor – Inovasi anak bangsa kembali mencuri perhatian. Wendy Saputra berhasil mengembangkan teknologi solar tracker berbasis Real Time Clock (RTC) yang mampu meningkatkan efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) secara signifikan, terutama di wilayah off-grid.

Berbeda dari panel surya biasa yang statis, teknologi ini memungkinkan panel bergerak otomatis mengikuti arah matahari sepanjang hari. Hasilnya? Penyerapan energi jadi jauh lebih optimal.

Menggabungkan sistem mekanik dan elektronik, alat ini dilengkapi motor aktuator linier, modul RTC DS3231, serta layar LCD I2C. Panel akan menyesuaikan sudutnya mulai dari 25 derajat dan terus bergerak secara berkala mengikuti posisi matahari.

Tak main-main, hasil uji coba menunjukkan peningkatan daya hingga 28 persen dan arus listrik naik 23 persen dibanding panel konvensional. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi sederhana bisa berdampak besar.

Teknologi ini juga dirancang praktis dan aplikatif. Mulai dari survei lokasi, perakitan, hingga monitoring dilakukan secara sistematis, sehingga dapat dengan mudah diterapkan oleh petani maupun masyarakat di daerah terpencil yang belum terjangkau listrik.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menilai inovasi ini sebagai langkah strategis dalam mendorong pertanian modern.

“Inovasi seperti ini sangat penting untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung ketahanan energi dan pangan nasional,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, yang menyebut teknologi ini sebagai bagian dari transformasi pertanian berbasis teknologi.

“Ini bukan hanya soal efisiensi energi, tapi juga edukasi bagi petani agar semakin adaptif terhadap teknologi,” jelasnya.

Ditemui disela- sela kegiatan pada Selasa (31/03/2026) Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor, Yoyon Haryanto, menambahkan bahwa inovasi ini menjadi bukti nyata peran pendidikan vokasi dalam menjawab tantangan lapangan.

Meski masih memiliki tantangan seperti biaya awal dan perawatan, manfaat jangka panjangnya dinilai jauh lebih besar, terutama untuk mendukung kemandirian energi di wilayah terpencil.

Inovasi ini membuktikan, di tangan generasi muda Indonesia, energi matahari bukan sekadar cahaya, tetapi peluang besar menuju masa depan pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Attachment

No attachments available.

Comments