Polbangtan Kementan Cetak Penyuluh Muda Profesional, 104 Mahasiswa Langsung Lulus Sertifikasi
RILIS BPPSDMP – 12 Mei 2026 (HUMAS/459)
Bogor — Komitmen Kementerian Pertanian dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang profesional dan siap kerja terus diperkuat melalui pendidikan vokasi. Salah satunya diwujudkan oleh Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor melalui pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Penyuluh Pertanian yang digelar pada 8–10 Mei 2026 di Kampus Cibalagung, Bogor.
Sebanyak 104 mahasiswa dari Program Studi Agribisnis Hortikultura (AGH), Teknologi Mekanisasi Pertanian (TMP), dan Kesehatan Hewan (Keswan) dinyatakan kompeten setelah mengikuti rangkaian uji sertifikasi selama tiga hari.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis Polbangtan Bogor dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja, khususnya dalam mendukung penguatan tenaga penyuluh pertanian di berbagai daerah di Indonesia.
Sertifikasi kompetensi dibagi dalam dua skema, yakni Skema Penyuluh Pertanian Supervisor Pertama yang diikuti 36 asesi dan Skema Penyuluh Pertanian Fasilitator Terampil dengan 68 asesi. Dalam pelaksanaannya, Polbangtan Bogor menghadirkan sembilan asesor profesional yang berpengalaman di bidang penyuluhan pertanian.
Para peserta mengikuti berbagai tahapan uji kompetensi mulai dari observasi, wawancara, hingga praktik lapangan sesuai standar profesi penyuluh pertanian. Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan kompeten.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa sektor pertanian membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki semangat, tetapi juga kompetensi yang terukur dan siap diterapkan di lapangan.
“Pertanian Indonesia membutuhkan SDM unggul yang siap kerja dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah. Sertifikasi kompetensi seperti ini sangat penting untuk memastikan lulusan benar-benar memiliki kemampuan yang dibutuhkan dunia kerja,” ujar Amran.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa penguatan kompetensi mahasiswa vokasi pertanian merupakan investasi penting dalam mendukung regenerasi petani dan penyuluh pertanian di Indonesia.
“Kami terus mendorong pendidikan vokasi pertanian agar menghasilkan lulusan yang profesional, adaptif, dan kompeten. Sertifikasi ini menjadi bukti kesiapan mahasiswa Polbangtan Bogor untuk terjun langsung mendampingi petani di lapangan,” kata Arsanti.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin, menilai sertifikasi kompetensi menjadi nilai tambah penting bagi lulusan perguruan tinggi vokasi.
“Melalui sertifikasi kompetensi, mahasiswa memiliki bekal yang lebih kuat untuk bersaing dan berkontribusi dalam pembangunan pertanian nasional. Ini juga menjadi bentuk keseriusan Polbangtan Bogor dalam menjaga kualitas lulusannya,” ungkap Amin.
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, menjelaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan bagian dari upaya kampus dalam menjawab kebutuhan tenaga penyuluh pertanian yang terus meningkat.
“Kami ingin lulusan Polbangtan Bogor memiliki daya saing tinggi dan mampu terserap di dunia kerja, khususnya sebagai penyuluh pertanian profesional. Karena itu, sertifikasi kompetensi menjadi langkah penting agar lulusan memiliki standar kemampuan yang diakui,” jelas Yoyon.
Ia juga mengapresiasi capaian seluruh peserta yang berhasil lulus kompeten pada pelaksanaan sertifikasi tahun ini.
“Alhamdulillah seluruh asesi dinyatakan kompeten. Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi mahasiswa di Polbangtan Bogor,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Polbangtan Bogor kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan vokasi pertanian yang fokus mencetak tenaga profesional dan siap mendukung kemajuan pertanian Indonesia.
Attachment
No attachments available.
Comments